himperrajaya No Comments

Sejarah telah membuktikan bahwa salah satu penyebab utama hancurnya sebuah organisasi adalah dikarenakan adanya “dualisme kepemimpinan atau kepengurusan organisasi di tingkat pusat (baca : di Tingkat DPP)”.

Sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri oleh kita semua, bahwa eksistensi dan kewibawaan APERSI semakin terpuruk dan bahkan akan mengalami kehancuran, apabila adanya dualisme kepemimpinan DPP APERSI yang terjadi pasca pelaksanaan MUNAS IV APERSI Tahun 2013, tidak segera diakhiri.

Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, DPD. APERSI Jawa Timur selalu berupaya untuk mengajak kepada seluruh Anggota dan Pengurus DPP, Pengurus DPD APERSI di seluruh Tanah Air Indonesia untuk meluangkan waktu sejenak berfikir dan melihat secara objektif dampak negatif akibat terjadinya dualisme Kepemimpinan / Kepengurusan di Tingkat DPP APERSI yang terpecah menjadi 2 (dua) kubu yaitu :

Terpilihnya Saudara Ir. EDDY GANEFO sebagai Ketua Umum DPP APERSI, Periode Tahun 2013-2017, yang terpilih dalam pelaksanaan MUNAS IV APERSI yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2013 di Pontianak – Kalimantan; dan
Terpilihnya Saudara Ir. ANTON RADIUMANTO SANTOSO, MBA., sebagai Ketua Umum DPP APERSI, Periode Tahun 2013-2017, yang terpilih dalam pelaksanaan MUNAS IV APERSI yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2013 di Hotel Sahid Jaya Jakarta

Sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri oleh kita semua, adalah bahwa hampir 4 tahun lamanya segala upaya, tenaga, waktu, pikiran dan bahkan materi yang sudah kita curahkan untuk mempertahankan eksistensi dan keabsahan kedudukan Saudara Ir. ANTON RADIUMANTO SANTOSO, MBA., sabagai Ketua Umum DPP APERSI, Periode tahun 2013 s-d 2017 yang legitimit. Namun, perjuangan panjang yang kita lakukan hingga sampai detik ini tidak pernah menuai hasilnya meskipun kita pernah melakukan gugatan terhadap keabsahan dari pada Saudara Ir, EDDY GANEFO selaku Ketua Umum DPP APERSI. Akibatnya masa depan organisasi “APERSI” dan kepentingan seluruh anggota organisasi “APERSI” sebagaimana yang diamatkan dalam AD/ART APERSI sangat ter-abaikan atau tidak ter-urus.

Demi mewujudkan kembali eksistensi, martabat, wibawa organisasi kita yang bernama APERSI, dan bisa dibanggakan dan diharapkan sebagai alat perjuangan dalam mewujudkan kepentingan seluruh Anggotanya, maka rekonsiliasi untuk PENYATUAN KEPENGURUSAN DPP APERSI adalah merupakan harga mati yang harus diperjuangkan secara bersama-sama. Dengan kata lain, dalam pelaksanaan MUNAS V APERSI ini, kita jadikan sebagai momentum yang sangat strategis dan harga mati untuk mengakhiri terjadinya dualisme kepemimpinan DPP APERSI.

Dengan demikian, maka dalam pelaksanaan MUNAS V APERSI yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2017 di Hotel Kempinsky, Jakarta harus dijadikan sebagai forum legalitas formal untuk mempersatukan visi,misi dan pemikiran kita untuk memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita dan keinginan kita bersama untuk kembali BERADA DALAM SATU ATAP KEPENGURUSAN DPP APERSI.